Asssalamualaikum wr.wb
Hello
guyss gimana nih kabar kalian semua? Alhamdulillah kalian semua baik dan sehat
yekan, nah guys ini adalah blog ketiga aku, kali ini aku bakalan bahas tentang
apa lagi nih guys ? di blog pertama aku kan membahas tentang parasit,gimana
kalau kali ini aku akan membahas tentang parasitologi nih guys karena dalam
bidang ilmu kesehatan parasitologi itu adalah hal yang sering didengar tapi
kalian semua tau gak gimana sih penyebaran parasit itu kok bisa sih masuk ke
dalam tubuh, pengertiannya juga dan apa aja sih dampak-dampak yang bisa di
timbulkan dari parasit ini didalam tubuh. Nah guys dari pada bingung mikirin
apa sih itu parasit lebih baik yukk kepoin lagi pembahasan aku kali ini.

https://www.google.com/search?q=parasitologi&safe=strict&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiN6-WMiYHfAhUNEnIKHRn3DMQQ_AUIDygC&biw=1366&bih=654#imgrc=j0f6BZpezhYgCM:
Apa sih pengertian parasitologi ?? Parasitologi
mempelajari parasit, inangnya, dan hubungan di antara keduanya. Sebagai salah
satu bidang
studi biologi, cakupan parasitologi
tak ditentukan oleh organisme atau lingkungan terkait, namun dengan cara
hidupnya, yang berarti bidang ini bersintesis dengan bidang lain, dan
menggunakan teknik seperti biologi sel, bioinformatika, biokimia, biologi
molekuler, imunologi, genetika, evolusi dan ekologi. (https://id.wikipedia.org/wiki/Parasitologi)
Selain itu parasiologi ini juga punya banyak di bidang-bidangnya loh guyss,jadi kali ini kita lanjut ke pembahasan bidang-bidang dari parasitologi ini.
1. Parasitologi kedokteran Salah satu bidang terbesar parasitologi, parasitologi kedokteran adalah studi sejumlah parasit yang menginfeksi manusia, yang mencakup organisme seperti:
Ø
Plasmodium spp., organisme uniseluler yang
menyebabkan malaria. 4 subtipe malaria adalah Plasmodium falciparum, P. malariae, P. vivax dan P. ovale.
Parasitologi
kedokteran dapat melibatkan perkembangan obat, studi epidemiologi dan studi zoonosis. [1]
2. Parasitologi kedokteran hewan
Studi parasit yang menyebabkan kerugaian ekonomi dalam operasi agrikultur maupun akuakultur, atau yang menginfeksi binatang penyerta. Contoh spesies yang dipelajari adalah:
Ø Lucilia cericata, yang meletakkan telur di kulit hewan
ternak. Tempayak menetas keluar dan menggali dalam
daging, menyusahkan hewan dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani
Ø Gyrodactylus salaris, parasit monogenea salmon, yang dapat menyerang populasi yang
tidak resisten. [2]
3.Parasitologi struktural
Merupakan studi struktur protein dari parasit. Penentuan struktur protein parasit dapat membantu memahami bagaimana protein-protein itu berfungsi secara berbeda dari protein yang homolog pada manusia. Di samping itu, struktur protein dapat menginformasikan proses penemuan obat. [3]
4.EkologiParasit
Parasit dapat menyediakan informasi tentang ekologi populasi inang. Sebagai contoh, dalam biologi perikanan, komunitas parasit dapat digunakan untuk membedakan populasi yang berbeda dari spesies ikan yang bersama-sama menghuni kawasan itu. Di samping itu, parasit memiliki sejumlah sifat khusus dan strategi riwayat hidup yang memungkinkannya mengkolonisasi inang. Memahami aspek-aspek ekologi parasit ini dapat menerangkan strategi penghindaran parasit yang dikandung inang. [4] (https://id.wikipedia.org/wiki/Parasitologi)
Penyebab dan Jenis Infeksi Parasit
https://www.google.com/search?q=parasitologi&safe=strict&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiN6-WMiYHfAhUNEnIKHRn3DMQQ_AUIDygC&biw=1366&bih=654#imgdii=LPY-ZBaXt12yWM:&imgrc=uHbNqeY2OQqr4M:
Terdapat tiga jenis utama parasit yang sering menimbulkan penyakit pada manusia, yaitu protozoa, cacing, dan ektoparasit.Parasit protozoa merupakan organisme bersel satu yang dapat menular dari manusia ke manusia lain melalui gigitan serangga, atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi feses manusia yang terinfeksi parasit. Berdasarkan pergerakannya, protozoa digolongkan menjadi:
- Amoeba, contohnya Entamoeba yang mengakibatkan penyakit amubiasis.
- Flagellata, misalnya Giardia penyebab giardiasis atau Leishmania penyebab leishmaniasis.
- Siliata, contohnya Balantidium yang menimbulkan balantidiasis.
- Sporozoa, contohnya Toxoplasma penyebab toksoplasmosis, Plasmodium penyebab malaria, atau Cryptosporidium penyebab kriptosporidiosis.
Cacing
merupakan organisme yang dapat hidup di dalam atau di luar tubuh manusia.
Terdapat tiga jenis cacing yang menjadi parasit dalam tubuh manusia, yaitu:
- Platyhelminthes atau cacing pipih, termasuk cacing hisap (trematoda) dan cacing pita penyebab taeniasis.
- Acanthocephala atau cacing kepala duri.
- Nematoda, termasuk cacing gelang yang menyebabkan penyakit ascariasis, cacing kremi, dan cacing tambang.
Pada
saat dewasa, cacing biasanya menetap dalam saluran pencernaan, darah, sistem
getah bening, atau jaringan di bawah kulit, namun tidak dapat memperbanyak
diri dalam tubuh manusia. Selain bentuk cacing dewasa, bentuk larva dari
cacing juga dapat menginfeksi berbagai jaringan tubuh.Ektoparasit merupakan
organisme yang hidup di kulit manusia dan mendapat makanan dengan menghisap
darah manusia, misalnya kutu yang hidup di kemaluan atau di kulit kepala, dan
tungau penyebab penyakit kudis (skabies). [1]
Penularan dan Faktor Risiko Infeksi Parasit
Penyebaran infeksi parasit dapat
terjadi melalui beberapa cara, antara lain melalui air, tanah, tinja, serta
makanan yang terkontaminasi parasit dan tertelan. Cara lainnya adalah
penyebaran melalui vektor (pembawa penyakit). Contohnya, malaria, disebarkan
melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit Plasmodium. Meski jarang
terjadi, infeksi parasit juga dapat menyebar melalui darah, seperti transfusi
darah atau transplantasi organ.Semua orang dapat mengalami infeksi parasit.
Namun, beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih besar terinfeksi parasit,
antara lain:
- Orang yang menderita gangguan sistem kekebalan tubuh.
- Berada di area yang kekurangan pasokan air bersih untuk minum.
- Bekerja di tempat penitipan anak atau di lokasi yang menyebabkan pekerja melakukan kontak dengan tanah.
- Berenang di sungai, danau, atau kolam yang ditempati parasit.
- Memiliki hewan peliharaan yang mungkin melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi parasit.
- Orang yang tinggal atau bepergian ke wilayah tropis dan subtropis. [2] (https://www.alodokter.com/infeksi-parasit)
Nah guys, jadi kalian harus waspada nih
karena apa? karena kalau kalian sudah terinfeksi seperti dari penjelasan
diatas maka nih guys sebaiknya kalian konsultasikan saja langsung ke dokter
atau puskesmas terdekat agar mendapatkan perawatan dan pengobatan yang intensif.
Nah sekian dulu ya guys pembahasan kali ini,tapi sebelumnya aku meminta maaf
apabila dalam pembahasan kali ini misal terdapat banyak kesalahan kata dan lain
sebagainya. TERIMA KASIH.
DAPUS
:
(https://www.google.com/search?q=parasitologi&safe=strict&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiN6-WMiYHfAhUNEnIKHRn3DMQQ_AUIDygC&biw=1366&bih=654#imgrc=j0f6BZpezhYgCM: )
(https://www.google.com/search?q=parasitologi&safe=strict&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiN6-WMiYHfAhUNEnIKHRn3DMQQ_AUIDygC&biw=1366&bih=654#imgdii=LPY-ZBaXt12yWM:&imgrc=uHbNqeY2OQqr4M: )

Sangat bermanfaat sekali
BalasHapusNice
BalasHapusTerimakasih atas infonya, sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih infonya kakak
BalasHapusTerima kasih de infonya sangt bermanfaat
BalasHapusinfonya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusinfonya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusthanks kaka
BalasHapusMantap ka
BalasHapusTerima kasih infonya
BalasHapusTerima kasih infonya
BalasHapusBagus sekali artikelnya ka
BalasHapusTerima kasihh kaaa
BalasHapus