Minggu, 02 Desember 2018

Parasitologi


Asssalamualaikum wr.wb

Hello guyss gimana nih kabar kalian semua? Alhamdulillah kalian semua baik dan sehat yekan, nah guys ini adalah blog ketiga aku, kali ini aku bakalan bahas tentang apa lagi nih guys ? di blog pertama aku kan membahas tentang parasit,gimana kalau kali ini aku akan membahas tentang parasitologi nih guys karena dalam bidang ilmu kesehatan parasitologi itu adalah hal yang sering didengar tapi kalian semua tau gak gimana sih penyebaran parasit itu kok bisa sih masuk ke dalam tubuh, pengertiannya juga dan apa aja sih dampak-dampak yang bisa di timbulkan dari parasit ini didalam tubuh. Nah guys dari pada bingung mikirin apa sih itu parasit lebih baik yukk kepoin lagi pembahasan aku kali ini.
 Hasil gambar untuk parasitologi
 https://www.google.com/search?q=parasitologi&safe=strict&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiN6-WMiYHfAhUNEnIKHRn3DMQQ_AUIDygC&biw=1366&bih=654#imgrc=j0f6BZpezhYgCM:

    Apa sih pengertian parasitologi ?? Parasitologi mempelajari parasit, inangnya, dan hubungan di antara keduanya. Sebagai salah satu bidang studi biologi, cakupan parasitologi tak ditentukan oleh organisme atau lingkungan terkait, namun dengan cara hidupnya, yang berarti bidang ini bersintesis dengan bidang lain, dan menggunakan teknik seperti biologi sel, bioinformatika, biokimia, biologi molekuler, imunologi, genetika, evolusi dan ekologi. (https://id.wikipedia.org/wiki/Parasitologi)

Selain itu parasiologi ini juga punya banyak di bidang-bidangnya loh guyss,jadi kali ini kita lanjut ke pembahasan bidang-bidang dari parasitologi ini.                                                                                                                                                                                          
  1. Parasitologi kedokteran                                                                                                          Salah satu bidang terbesar parasitologi, parasitologi kedokteran adalah studi sejumlah parasit yang menginfeksi manusia, yang mencakup organisme seperti:
Ø  Plasmodium spp., organisme uniseluler yang menyebabkan malaria. 4 subtipe malaria  adalah Plasmodium falciparum, P. malariae, P. vivax dan P. ovale.
Ø  Leishmania donovani, organisme uniseluler yang menyebabkan leishmaniasis
organisme multiseluler seperti Schistosoma spp., Wuchereria bancrofti dan Necator americanus
Parasitologi kedokteran dapat melibatkan perkembangan obat, studi epidemiologi dan studi zoonosis. [1]

 2. Parasitologi kedokteran hewan                    

 Studi parasit yang menyebabkan kerugaian ekonomi dalam operasi agrikultur maupun akuakultur, atau yang menginfeksi binatang penyerta. Contoh spesies yang dipelajari adalah:

Ø  Lucilia cericata, yang meletakkan telur di kulit hewan ternak. Tempayak menetas keluar dan menggali dalam daging, menyusahkan hewan dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani
Ø  Otodectes cynotis, tungau telinga kucing, menyebabkan Canker.
Ø  Gyrodactylus salaris, parasit monogenea salmon, yang dapat menyerang populasi yang tidak resisten. [2]

 3.Parasitologi struktural                                 

    Merupakan studi struktur protein dari parasit. Penentuan struktur protein parasit dapat membantu memahami bagaimana protein-protein itu berfungsi secara berbeda dari protein yang homolog pada manusia. Di samping itu, struktur protein dapat menginformasikan proses penemuan obat. [3]

 4.EkologiParasit                                                     

 Parasit dapat menyediakan informasi tentang ekologi populasi inang. Sebagai contoh, dalam biologi perikanan, komunitas parasit dapat digunakan untuk membedakan populasi yang berbeda dari spesies ikan yang bersama-sama menghuni kawasan itu. Di samping itu, parasit memiliki sejumlah sifat khusus dan strategi riwayat hidup yang memungkinkannya mengkolonisasi inang. Memahami aspek-aspek ekologi parasit ini dapat menerangkan strategi penghindaran parasit yang dikandung inang. [4] (https://id.wikipedia.org/wiki/Parasitologi)

Penyebab dan Jenis Infeksi Parasit   

Gambar terkait

               https://www.google.com/search?q=parasitologi&safe=strict&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiN6-WMiYHfAhUNEnIKHRn3DMQQ_AUIDygC&biw=1366&bih=654#imgdii=LPY-ZBaXt12yWM:&imgrc=uHbNqeY2OQqr4M:

           

              Terdapat tiga jenis utama parasit yang sering menimbulkan penyakit pada manusia, yaitu protozoa, cacing, dan ektoparasit.Parasit protozoa merupakan organisme bersel satu yang dapat menular dari manusia ke manusia lain melalui gigitan serangga, atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi feses manusia yang terinfeksi parasit. Berdasarkan pergerakannya, protozoa digolongkan menjadi:

  • Amoeba, contohnya Entamoeba yang mengakibatkan penyakit amubiasis.
  • Flagellata, misalnya Giardia penyebab giardiasis atau Leishmania penyebab leishmaniasis.
  • Siliata, contohnya Balantidium yang menimbulkan balantidiasis.
  • Sporozoa, contohnya Toxoplasma penyebab toksoplasmosis, Plasmodium penyebab malaria, atau Cryptosporidium penyebab kriptosporidiosis.
Cacing merupakan organisme yang dapat hidup di dalam atau di luar tubuh manusia. Terdapat tiga jenis cacing yang menjadi parasit dalam tubuh manusia, yaitu:
  • Platyhelminthes atau cacing pipih, termasuk cacing hisap (trematoda) dan cacing pita penyebab taeniasis.
  • Acanthocephala atau cacing kepala duri.
  • Nematoda, termasuk cacing gelang yang menyebabkan penyakit ascariasis, cacing kremi, dan cacing tambang.
Pada saat dewasa, cacing biasanya menetap dalam saluran pencernaan, darah, sistem getah bening, atau jaringan di bawah kulit, namun tidak dapat memperbanyak diri dalam tubuh manusia. Selain bentuk cacing dewasa, bentuk larva dari cacing juga dapat menginfeksi berbagai jaringan tubuh.Ektoparasit merupakan organisme yang hidup di kulit manusia dan mendapat makanan dengan menghisap darah manusia, misalnya kutu yang hidup di kemaluan atau di kulit kepala, dan tungau penyebab penyakit kudis (skabies). [1]

Penularan dan Faktor Risiko Infeksi Parasit

Penyebaran infeksi parasit dapat terjadi melalui beberapa cara, antara lain melalui air, tanah, tinja, serta makanan yang terkontaminasi parasit dan tertelan. Cara lainnya adalah penyebaran melalui vektor (pembawa penyakit). Contohnya, malaria, disebarkan melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit Plasmodium. Meski jarang terjadi, infeksi parasit juga dapat menyebar melalui darah, seperti transfusi darah atau transplantasi organ.Semua orang dapat mengalami infeksi parasit. Namun, beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih besar terinfeksi parasit, antara lain:
  • Orang yang menderita gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Berada di area yang kekurangan pasokan air bersih untuk minum.
  • Bekerja di tempat penitipan anak atau di lokasi yang menyebabkan pekerja melakukan kontak dengan tanah.
  • Berenang di sungai, danau, atau kolam yang ditempati parasit.
  • Memiliki hewan peliharaan yang mungkin melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi parasit.
  • Orang yang tinggal atau bepergian ke wilayah tropis dan subtropis. [2] (https://www.alodokter.com/infeksi-parasit)
    Nah guys, jadi kalian harus waspada nih karena apa? karena kalau kalian sudah terinfeksi seperti dari penjelasan diatas maka nih guys sebaiknya kalian konsultasikan saja langsung ke dokter atau puskesmas terdekat agar mendapatkan perawatan dan pengobatan yang intensif. Nah sekian dulu ya guys pembahasan kali ini,tapi sebelumnya aku meminta maaf apabila dalam pembahasan kali ini misal terdapat banyak kesalahan kata dan lain sebagainya. TERIMA KASIH.


DAPUS :
(https://www.google.com/search?q=parasitologi&safe=strict&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiN6-WMiYHfAhUNEnIKHRn3DMQQ_AUIDygC&biw=1366&bih=654#imgrc=j0f6BZpezhYgCM: )
(https://www.google.com/search?q=parasitologi&safe=strict&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiN6-WMiYHfAhUNEnIKHRn3DMQQ_AUIDygC&biw=1366&bih=654#imgdii=LPY-ZBaXt12yWM:&imgrc=uHbNqeY2OQqr4M: )

13 komentar: